“ SAJAIAN GENDHING MAT
- MATAN
BELUM TENTU MAT - MATAN ”
NAMA : IRWAN YUDA P.
NIM : 13111133
PRODI : KARAWITAN
Orgen
tunggal bisa di sebut juga dengan elektune, elektun adalah sejenis formasi
permainan alat musik yang biasanya menggunakan instrumen keyboard namun di
dalamnya sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat, karena dalam instrument
tersebut sudah di lengkapi berbagai macam alat musik yang terbentuk dalam bentuk stayle atau sampling,
yang di sebut dengan sampling yaitu suara middi dari instrumen contohnya:
dreme, tamborin atau kecer, seksofone, melody, gitar bas, seruling, kendhang
dll. Bahkan sekarang sudah ada sura berbagai
macam instrument yang dari gamelan contohnya : saron, dhemung, gong, kenong, kendhang,
bonang barung, dan bonang penerus juga sudah ada, dengan begitu sudah cukup
lengkap dan sudah di kemas dengan baik dan aman dalam satu instrumen saja yaitu
keyboard atau elektune itu utnuk kelebihannya,. Namun elektun juga memiliki
kelemahan, dimana-mana alat dengan elektrik pastik rawan eror,dan tidak bisa di
rasakan indahnya rasa lagu dangdut terutama klasik karena temponya belum
terlalu pas dan sesuai dengan rasa di hati bagi para personel group yang
menyajikan.
Dalam sajian lagu contohnya gendhing
apa bila disajikan dalam karawitan laya
atau tempo peralihan, pakem, sekaran yang pas enak di dengar, jika gendhing –
gendhing itu disajikan menggunakan instrumen keyboard mungkin jauh dari kata
pas dan pakem itu, karena dalam permainan menggunakan instrumen keyboard yang
memimpin atau mengendalikan semuanya adalah pemain keyboard bukan kendhang atau
ketipung dll lebih – lebih jika pemain keyboard tidak mengetahui laya dan peralihan – peralihan pada
suatu gendhing tersebut sehingga membuat sajian gendhing bagi para seniman
khususnya yang mengetahui gendhing tersebut di rasa kurang pas namun bagi para
orang awam hal itu tidak dipedulikan dan begitu diperhatikan, disitulah
letaknya kebanyakan kelemahan para pemain keyboard dan juga posisi pemain
kendhang atau ketipung jika di group dan kelompok karawitan hal itu sebagai
pemimpin yang mengendalikan sajian jika
sudah ikut dalam kelompok group elektune hal tersebut sudah tidak di
perdulikan, instrumen selain keyboard di situ hanya sebagai pelengkap untuk
mengisi jalannya sajian saja.
Dengan adanya dan semakin maraknya
campursari ringkes elektune itu semakin lama mau tidak mau akan membuat
sebagian pemain contohnya tamborin, gitar bas, drame, melody, seruling, dll
akan mulai tidak lagi di gunakan atau di butuhkan lagi untuk di ajak main dalam
sajian pertunjukan di karenakan semua instrumen itu sudah ada dalam satu alat
yaitu elektune itu, jadi akan semakin banyak pengangguran yang terjadi. Hal –
hal tersebut sangat berpengaruh sekali
di antaranya jika menggunakan satu group sajaian campusari akan membutuhkan
banyak pamain dan membutuhkan banyak instrument yang akan di bawa begitu pula
akan membutuhkan tempat yang begitu luas karena banyak alat yang akan di
gunakan, jika menggunakan campursari ringkes atau elektune paling banyak hanya
5 orang sudah umum dan dapat mewakili semua instrumen yang di butuhkan. Jika
menngunakan satu group lengkap atau manual hal-hal yang rawan terjadi pada
sajaian elektune bisa di antisipasi dan diperhitungkan oleh setiap pemain
instrumen karena menggunakan rasa dan irama, jika menggunakan elektune
peralihan irama khususnya gendhing terasa sangat anjlok atau jeglek
hal itu karena
elektune menggunakan tombol dan alat puter untuk memprlambat tempo maupun
sebaliknya yang membuat sajaian itu tidak seprti sajian yang di sajikan oleh
kelompok campursari komplit.
Sistem management kontrak dalam
sebuah pertunjukan terkadhang di rasa kurang, hal itu bisa di lihat dan
sekaligus saya rasakan sendiri dan temen – temen lain alami contoh dalam setiap
pertunjukan untuk menuju lokasi kita harus berangkat sendiri dengan memabawa
alat masing-masing belum lagi lokasi yang di tuju jauh dekat dank e adaan jalan
– jalan yang terjal sulit naik turun dll, terkadang hal itu tidak di
perhitungkan baik dari sisi sewa alat, bensin kendaraan, kontrak jam pertunjukan
terkadang molor sampai beberapa jam namun dari sisi system gaji tetap disamakan
bahkan tidak menentu dan tidak tetap jumplah pembayarannya. Tidak terbukanya
system gaji atau ketetapan gaji, begitu juga ketetapan personil dalam group itu
lama – lama akan membuat kehancuran bagi kelompok itu sendiri karena
keterbukaan, komunikasi yang baik, system manageman informasi, kontrak kerja yang
baik dalam sebuah kelompok sangat rawan dan itu sangat penting agar tidak
menjadikan salah faham antara sesama peamain karena kita sama – sama membuthkan
dan harus bisa bekerja sama berkarya lebih baik dalam jangka panjang khususnya
seperti saya sendiri sebagai seorang seniman.
Alat – alat yang dapat di gunakan
yang sering kita jumpai adalah keyboard, kendhang, ketipung,. Namun sebenarnya kita bisa menambah dengan
instrument lain contohnya gitar melody,
saron 1, saron 2, dari gamelan tersebut begitu juga dengan alat yang lain sesuai
kreatifitas masing- masing paling tidak bisa meminimalisir teman – taman
dari seniman, untuk elektune sekrang
juga sudah bisa mewakili sperangkat alat musik reog baik itu reog jaranan, maupun reog
ponorogo, dan itu juga cukup membantu
untuk memperkaya akan sebuah garap musik
khusus nya reog pasti menggunakan instrument yang khas yaitu selompret
yang membuat cirri khas reog itu, pola – pola tabuhan reog bisa di gabungkan
untuk mengiringi sajian musik, sudah banyak beredar sekarang ini contohnya
group musik dari nganjuk yaitu khas dengan jaranannya bernama SAGITA, LAGISTA,
THE ROSTA, MAYANG KORO dll. Begitu juga dengan reog ponorogo tentu saja berbeda
dengan jaranan namun itu tetap di minati juga group musik dari ponorogo yang
menggabungkan tersebut bernama SAMUDRO dan TUNGGAL IROMO, dua group itu sudah mampu menyajikan skaligus
mengangkat kesenian daerah dalam kalangan musik dangdut koplo campursari dua
group tersebut mampu menghadirkan berkolaborasi permainan musik jaranan nganjuk
dengan reog ponorogo dalam musik campursari maupun dangdut koplo, jadi dengan
itu kita bisa mangangkat kesenian daerah
kita sendiri- sendiri dan bisa mngajak sebagaian pemain reog maupun pengrawit
gamelan utnuk ber sama- sama ber karya tanpa menggantikan posisi mereka
sebelumnya tentunya dengan bekal mau belajar dan berusaha alat – alat yang baru.
Sebenarnya
semua itu bisa diselesaikan dengan baik
dan kerja sama yang disiplin dan tertur,melihat perkembangan seni musik di era
sekarang ini semua sudah serba modern alat musik mulai tergantikan dengan
adanya alat musik baru yang sudah mampu
menggantikan posisi alat musik tradisi,
kita sebagai palaku seni harus bisa menempatkan diri dan mampu
mengendalikan perkembangan itu agar bisa
memanfaatkan alat – alat tradisi maupun
modern agar bisa bekerja sama
berkarya tanpa menghilangkan kearifan
budaya kita sendiri khususnya gamelan jawa semua itu harus bisa bersinergi
membangun bersama – sama dan yang pasti tanpa menggeser atau mengganti para
pemain yang sudah ada dengan alat modern, karena pada awalnya dulu
sebelum ada musik tersebut para seniman khususnya pengrawit sudah sama – sama
dari dulu membangun dan berkarya bukan hanya karena alat yang canggih hingga
akhirnya mereka semua di tergantikan, dalam tiap kelompok kesenian pasti
memiliki sorang pemimpin, jadilah pemimpin yang memiliki sifat arif, tanggung
jawab,tenggang rasa, displin saling menghargai, keterbukaan terhadap semua
anggota kelompoknya, jangan semata – mata ingin mengambi untuk yang banyak di
atas penderitaan orang lain, pada akhirnya suatu kelompok itu akan jatuh juga
dan yan paling penting berkarya tanpa mengubah
suasana gendhing yang di sajikan, setiap gendhing memiliki filosofi dan
rasa yang berbeda beda bukan sekedar di mainkan sesuka hati, hargai lah karya
orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar