Senin, 28 November 2016

“ SAJAIAN GENDHING MAT - MATAN BELUM TENTU MAT - MATAN ”


  
“ SAJAIAN GENDHING MAT - MATAN
BELUM TENTU MAT - MATAN ”

NAMA : IRWAN YUDA P.
NIM      : 13111133
PRODI : KARAWITAN  


            Orgen tunggal bisa di sebut juga dengan elektune, elektun adalah sejenis formasi permainan alat musik yang biasanya menggunakan instrumen keyboard namun di dalamnya sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat, karena dalam instrument tersebut sudah di lengkapi berbagai macam alat musik yang  terbentuk dalam bentuk stayle atau sampling, yang di sebut dengan sampling yaitu suara middi dari instrumen contohnya: dreme, tamborin atau kecer, seksofone, melody, gitar bas, seruling, kendhang dll.  Bahkan sekarang sudah ada sura berbagai macam instrument yang dari gamelan contohnya : saron, dhemung, gong, kenong, kendhang, bonang barung, dan bonang penerus juga sudah ada, dengan begitu sudah cukup lengkap dan sudah di kemas dengan baik dan aman dalam satu instrumen saja yaitu keyboard atau elektune itu utnuk kelebihannya,. Namun elektun juga memiliki kelemahan, dimana-mana alat dengan elektrik pastik rawan eror,dan tidak bisa di rasakan indahnya rasa lagu dangdut terutama klasik karena temponya belum terlalu pas dan sesuai dengan rasa di hati bagi para personel group yang menyajikan.
            Dalam sajian lagu contohnya gendhing apa bila disajikan dalam karawitan laya atau tempo peralihan, pakem, sekaran yang pas enak di dengar, jika gendhing – gendhing itu disajikan menggunakan instrumen keyboard mungkin jauh dari kata pas dan pakem itu, karena dalam permainan menggunakan instrumen keyboard yang memimpin atau mengendalikan semuanya adalah pemain keyboard bukan kendhang atau ketipung dll lebih – lebih jika pemain keyboard tidak mengetahui laya dan peralihan – peralihan pada suatu gendhing tersebut sehingga membuat sajian gendhing bagi para seniman khususnya yang mengetahui gendhing tersebut di rasa kurang pas namun bagi para orang awam hal itu tidak dipedulikan dan begitu diperhatikan, disitulah letaknya kebanyakan kelemahan para pemain keyboard dan juga posisi pemain kendhang atau ketipung jika di group dan kelompok karawitan hal itu sebagai pemimpin yang mengendalikan sajian  jika sudah ikut dalam kelompok group elektune hal tersebut sudah tidak di perdulikan, instrumen selain keyboard di situ hanya sebagai pelengkap untuk mengisi jalannya sajian saja.
            Dengan adanya dan semakin maraknya campursari ringkes elektune itu semakin lama mau tidak mau akan membuat sebagian pemain contohnya tamborin, gitar bas, drame, melody, seruling, dll akan mulai tidak lagi di gunakan atau di butuhkan lagi untuk di ajak main dalam sajian pertunjukan di karenakan semua instrumen itu sudah ada dalam satu alat yaitu elektune itu, jadi akan semakin banyak pengangguran yang terjadi. Hal – hal tersebut   sangat berpengaruh sekali di antaranya jika menggunakan satu group sajaian campusari akan membutuhkan banyak pamain dan membutuhkan banyak instrument yang akan di bawa begitu pula akan membutuhkan tempat yang begitu luas karena banyak alat yang akan di gunakan, jika menggunakan campursari ringkes atau elektune paling banyak hanya 5 orang sudah umum dan dapat mewakili semua instrumen yang di butuhkan. Jika menngunakan satu group lengkap atau manual hal-hal yang rawan terjadi pada sajaian elektune bisa di antisipasi dan diperhitungkan oleh setiap pemain instrumen karena menggunakan rasa dan irama, jika menggunakan elektune peralihan irama khususnya gendhing terasa sangat anjlok atau jeglek
hal itu karena elektune menggunakan tombol dan alat puter untuk memprlambat tempo maupun sebaliknya yang membuat sajaian itu tidak seprti sajian yang di sajikan oleh kelompok campursari komplit.
            Sistem management kontrak dalam sebuah pertunjukan terkadhang di rasa kurang, hal itu bisa di lihat dan sekaligus saya rasakan sendiri dan temen – temen lain alami contoh dalam setiap pertunjukan untuk menuju lokasi kita harus berangkat sendiri dengan memabawa alat masing-masing belum lagi lokasi yang di tuju jauh dekat dank e adaan jalan – jalan yang terjal sulit naik turun dll, terkadang hal itu tidak di perhitungkan baik dari sisi sewa alat, bensin kendaraan, kontrak jam pertunjukan terkadang molor sampai beberapa jam namun dari sisi system gaji tetap disamakan bahkan tidak menentu dan tidak tetap jumplah pembayarannya. Tidak terbukanya system gaji atau ketetapan gaji, begitu juga ketetapan personil dalam group itu lama – lama akan membuat kehancuran bagi kelompok itu sendiri karena keterbukaan, komunikasi yang baik, system manageman informasi, kontrak kerja yang baik dalam sebuah kelompok sangat rawan dan itu sangat penting agar tidak menjadikan salah faham antara sesama peamain karena kita sama – sama membuthkan dan harus bisa bekerja sama berkarya lebih baik dalam jangka panjang khususnya seperti saya sendiri sebagai seorang seniman.
            Alat – alat yang dapat di gunakan yang sering kita jumpai adalah keyboard, kendhang, ketipung,. Namun  sebenarnya kita bisa menambah dengan instrument lain  contohnya gitar melody, saron 1, saron 2,  dari gamelan tersebut  begitu juga dengan alat yang lain sesuai kreatifitas masing- masing paling tidak bisa meminimalisir teman – taman dari  seniman, untuk elektune sekrang juga sudah bisa mewakili sperangkat alat musik reog  baik itu reog jaranan, maupun reog ponorogo,  dan itu juga cukup membantu untuk memperkaya akan sebuah garap musik  khusus nya reog pasti menggunakan instrument yang khas yaitu selompret yang membuat cirri khas reog itu, pola – pola tabuhan reog bisa di gabungkan untuk mengiringi sajian musik, sudah banyak beredar sekarang ini contohnya group musik dari nganjuk yaitu khas dengan jaranannya bernama SAGITA, LAGISTA, THE ROSTA, MAYANG KORO dll. Begitu juga dengan reog ponorogo tentu saja berbeda dengan jaranan namun itu tetap di minati juga group musik dari ponorogo yang menggabungkan tersebut bernama SAMUDRO dan TUNGGAL IROMO,  dua group itu sudah mampu menyajikan skaligus mengangkat kesenian daerah dalam kalangan musik dangdut koplo campursari dua group tersebut mampu menghadirkan berkolaborasi permainan musik jaranan nganjuk dengan reog ponorogo dalam musik campursari maupun dangdut koplo, jadi dengan itu kita bisa mangangkat  kesenian daerah kita sendiri- sendiri dan bisa mngajak sebagaian pemain reog maupun pengrawit gamelan utnuk ber sama- sama ber karya tanpa menggantikan posisi mereka sebelumnya tentunya dengan bekal mau belajar dan berusaha alat – alat yang baru.
Sebenarnya semua itu bisa  diselesaikan dengan baik dan kerja sama yang disiplin dan tertur,melihat perkembangan seni musik di era sekarang ini semua sudah serba modern alat musik mulai tergantikan dengan adanya alat musik baru  yang sudah mampu menggantikan posisi alat musik tradisi,  kita sebagai palaku seni harus bisa menempatkan diri dan mampu mengendalikan perkembangan itu agar  bisa memanfaatkan alat – alat tradisi  maupun modern  agar bisa bekerja sama berkarya  tanpa menghilangkan kearifan budaya kita sendiri khususnya gamelan jawa semua itu harus bisa bersinergi membangun bersama – sama dan yang pasti tanpa menggeser atau mengganti para pemain  yang sudah ada  dengan alat modern, karena pada awalnya dulu sebelum ada musik tersebut para seniman khususnya pengrawit sudah sama – sama dari dulu membangun dan berkarya bukan hanya karena alat yang canggih hingga akhirnya mereka semua di tergantikan, dalam tiap kelompok kesenian pasti memiliki sorang pemimpin, jadilah pemimpin yang memiliki sifat arif, tanggung jawab,tenggang rasa, displin saling menghargai, keterbukaan terhadap semua anggota kelompoknya, jangan semata – mata ingin mengambi untuk yang banyak di atas penderitaan orang lain, pada akhirnya suatu kelompok itu akan jatuh juga dan yan paling penting berkarya tanpa mengubah  suasana gendhing yang di sajikan, setiap gendhing memiliki filosofi dan rasa yang berbeda beda bukan sekedar di mainkan sesuka hati, hargai lah karya orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar