Ragam Penyajian
Andhegan Pada Gending Gandrung Manis
Artikel
Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kritik Karawitan
Nama : Tri Jeniati
NIM : 13111125
Gandrung
Manis adalah gending yang berbentuk kethuk
2 kerep minggah 2. Kethuk 2 berarti terdapat dua tabuhan kethuk dalam satu kenongan, minggah
4 berarti terdapat empat tabuhan kethuk dalam setiap satu tabuhan kenong. Gendhing Gandrung Manis diawali
dengan buka rebab, kemudian masuk merong
berulang-ulang (biasanya dua kali) kemudian peralihan menuju umpak pada kenong ke tiga (gong-an ke
dua) kemudian inggah dan suwuk.
Gendhing
Gandrung Manis biasanya disajikan dalam laras pelog pathet barang, namun dapat juga disajikan dalam laras slendro pathet manyura. Dalam penyajian keduanya
sama-sama menggunakan andhegan gawan. Selain andhegan gawan, dapat juga
disajikan dengan menggunakan andhegan selingan. Dalam penyajian pada laras
pelog pathet barang andhegan selingan yang digunakan adalah Dhandhanggula
Banjet. Sedangkan jika Gending Gandrung Manis
disajikan pada laras slendro pathet manyura
menggunakan andhegan selingan Dhandhanggula Temanten Anyar. Perbedaan lain yang
menonjol, yaitu jika Gending Gandrung Manis
disajikan dalam laras slendro pathet manyura
maka disajikan dengan menggunakan sampak.
Sedangkan jika disajikan dalam laras pelog pathet barang tidak menggunakan.
1.
Andhegan
Selingan Gending Gandrung Manis pada laras pelog pathet barang
Selingan di dalam
sindhenan biasa digunakan untuk menyebut garap gending saat digarap mandheg. Pada umumnya ketika gending digarap
mandheg selalu disajikan sindhenan andhegan (gawan gending maupun gawan
cengkok). Agar tercipta suasana baru
dan untuk memberi toleransi kepada penyaji ricikan lain, maka saat gending
disajikan dengan garap mandheg tersebut, disajikan salah satu lagu lain di mana
teks dan lagu ini oleh msayarakat karawitan Jawa disebut selingan. Teks dan lagu sindhenan andhegan selingan pada umumnya
berwujud : (1) sekar macapat, (2) lagu yang disusun secara khusus, (3) bentuk
gending lain (lancaran, langgam, jineman). Pada saat menyajikan selingan inilah
pada umumnya pesindhen memiliki kesempatan untuk menampilkan kebolehannya
dengan mengolah luk, wiled, dan gregelnya. Oleh karena itu, maka di
dalam masyarakat karawitan Jawa terdapat pemahaman tentang perbedaan teknik
penyajiannya ketika sekar Macapat
disajikan sebagai waosan dan
disajikan sebagai andhegan selingan.
Andhegan
selingan dalam Gending Gandrung Manis laras pelog pathet barang menggunakan
salah satu sekar macapat yaitu sekar macapat
Dhandhanggula Banjet laras pelog pathet barang. Dalam penyajian Gendhing
Gandrung Manis laras pelog pathet barang, andhegan sindhenan terletak pada inggah di pertengahan kenong
empat, atau lebih tepatnya pada balungan berikut.
. 5 . 6 . @ . 7(#) . 3 . 2 . 4 . g3
Pada balungan
yang diberi tanda (#) semua instrumen berhenti, kemudaian salah satu pesindhen
menyajikan andhegan selingan sekar
macapat Dhandhanggula Banjet laras pelog pathet barang . Setelah penyajian sekar macapat Dhandhanggula Banjet selesai, dilanjutkan
atau disambung dengan andhegan gawan Gending
Gandrung Manis yang kemudian ditampani kendhang beserta instrumen lain hingga
suwuk.
2.Selingan andhegan Gending Gandrung Manis pada
laras slendro manyura.
Penyajian
Gending Gandrung Manis dalam laras salendro pathet manyura memiliki perbedaan
dengan penyajian dalam laras pelog.
Perbedaan yang menonjol yaitu digunakannya sampak dalam penyajian pada laras
slendro. Selain itu perbedaan yang sangat jelas juga terlihat pada andhegan
selingan yang digunakan. Jika dalam penyajian Gending Gandrung Manis menggunakan
selingan andhegan sekar macapat Dhandhanggula Banjet, penyajian Gending
Gandrung Manis dalam laras slendo menggunakan andhegan andhegan sekar macapat
Temanten Anyar. Meski sama-sama menggunakan sekar macapat dhandhanggula, namun
dhandhanggula yang digunakan berbeda. Perbadaan kedua sekar macapat
dhandhanggula tersebut selain pada laras, cengkok dan cakepan, juga terdapat perbedaan lain yaitu
digunakannya senggakan pada sekar macapat Dhandhanggula Temanten Anyar. Vokal
tunggal putri yang menyajikan sekar Dhandhanggula Temanten Anyar, kemudian
diisi senggakan dari penggerong putra. Hal ini jika dianalisa menggambarkan antara laki-laki dan perempuan
guyub rukun dalam lagu itu.
Letak
penyajian selingan andhegan Gending Gandrung Manis pada laras slendro sama dengan penyajian pada
laras pelog, terletak pada inggah di pertengahan kenong empat, salah satu
pesindhen menyajikan sekar macapat dhandhanggula Temanten Anyar. Tetapi, yang
membuat berbeda pada penyajian keduanya adalah setelah penyajian sekar macapat
Dhandhanggula selesai disajikan, tidak langsung dilanjutkan dengan andhegan
gawan Gending Gandrung Manis. Melainkan disajikan sampak terlebih dahulu, baru
kemudian dilanjutkan andhegan gawan dan dilanjutkan gending hingga selesai.
Dalam
pemilihan andhegan selingan tersebut tentunya ada keterkaitan antara gending
dan juga andhegan selingan yang digunakan. Gending Gandrung Manis adalah
gending yang menggambarkan atau menceritakan tentang seseorang yang sedang kasmaran.
Hal ini dapat dilihat dari pengertian dari nama Gandrung Manis yang berarti
terpikat dengan sosok yang manis atau cantik. (wedhapradhangga, hal.122).
Dhandhanggula
Banjet digunakan sebagai andhegan selingan Gending Gandrung Manis pada laras
pelog pathet barang tentunya memiliki beberapa faktor yang menyebabkan
dipilihnya sekar macapat ini sebagai andhegan selingan pada gending ini. Jika
dilihat dari segi nama sekar macapat, Dhandhanggula Banjet memiliki makna yaitu
Dhandhanggula berasal dari kata Dhandhang dan gula. Dhandhang adalah sebutan
untuk salah satu jenis alat memasak yang berwarna hitam pada bagian bawahnya (dalam
bahasa Jawa disebut ireng). Sedangkan gula adalah salah satu bumbu yang
mempunyai rasa manis. Dari penjelasan tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa
yang dimaksud Dhandhanggula memiliki arti ireng manis. Sudah jelas terbukti
pada andhegan gawan Gending Gandrung Manis, kata ireng manis digunakan sebagai
cakepan. Itu sebabnya mengapa dipilih sekar macapat dhandhanggula sebagai andhegan
selingan dan tidak menggunakan sekar
macapat yang lain. Karena dari segi nama atau judul sudah memiliki keterkaitan.
Pengertian Banjet dalam konteks ini adalah sepasang suami istri yang sedang
bercinta. Bersangkutan dengan Gending Gandrung Manis yang menggambarkan tentang
seseorang yang sedang terpikat atau jatuh cinta, dipilih andhegan selingan
sekar Dhandhanggula Banjet sebagai andhegan selingan pada laras pelog.
Dikarenakan jika seseorang sudah saling jatuh cinta pasti mempunyai keinginan
untuk bercinta dalam ikatan yang sudah sah.
Andhegan
selingan yang digunakan Gending Gandrung Manis dalam laras slendro pathet
manyura adalah Dhandhanggula Temanten Anyar. Sebenarnya keterkaitan antara
keduanya tidak berbeda jauh. Namun dalam andhegan selingan sekar Dhandhanggula
Temanten Anyar lebih diperjelas lagi bahwa keterkaitan makna terpikat atau
jatuh cinta yang terkandung dalam Gending Gandrung Manis dilanjutkan dengan
Dhandhanggula Temanten Anyar yang mempunyai arti pengantin baru. Dari
keterkaitan makna tersebut mungkin yang menjadikan alasan dipilihnya kedua
sekar dhandhanggula tersebut sebagai andhegan selingan dalam Gending Gandrung
Manis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar