Rabu, 30 November 2016

DALANG ATAU PENGRAWIT ?



DALANG ATAU PENGRAWIT ?

Nama   : Sonya Tanta Okmida
NIM    : 13111162
Jurusan: Seni Karawitan
No. Hp : 08562532855



Malam itu kota karanganyar nampak ramai sekali, banyak orang berjualan diarea sekitar alun-alun kota karanganyar. Banyak anak muda dan orang tua berbondong- bondong ingin melihat wayangan yang diselenggarakan ole bupati karanganyar di alun–alun kota. Yang menjadi heran adalah ketika anak muda jaman sekarang yang biasanya hanya ingin menonton film dan bermain saja kini mulai menikmati pertunjukan wayang pada malam itu.
Saat itu yang menjadi dalang adalah Ki Purbo, yang menjadi ganjil di pemikiran saya adalah apakah masyarakat hanya ingin menonton dalang memainkan wayang atau menonton para penggamel yang mengiringi wayang tersebut ? sesuatu yang kadang sudah biasa dipemikiran setiap orang adalah pasti hanya ingin melihat dalang memainkan wayang, lalu apakah ada yang memperhatikan para pengrawit yang mengiringi dalang dalam memainkan wayangnya. Para pengrawit yang memukul gamelan semalem suntuk tidak pernah ada yang meperhatikan, apakah karena sikap para pengrawit yang kadang tidak serius dalam menabuh sehingga mereka tidak pernah diperhatikan secara mendetail oleh para masyarakat.
Ketika para pengrawit yang nabuh semalam suntuk hanya mendapatkan bayaran seratus dua ratus masih kalah dengan bayaran seorang dalang yang “mengoceh” semalam suntuk hingga berjuta juta ? “ya itu wes pantese lah, kan dalang ki yo mikir naskah, nek salah diguyu wong akeh, lha nek pengrawit salah bener ora ono sing ngerti” itu salah satu ujar seorang dalang ketika saya menyakan pertanyaan tersebut. Heran bukan main ketika seorang dalang mengatakan hal seperti itu, apakah hanya seorang dalang yang hanya berfikir tentang naskah dan lain sebagainya, apakah para pengrawit juga tidak notasi dan hal lainnya juga ? entahlah yang mana yang benar.
Saat para pengrawit merubah sikap dan caranya dalam menabuh karawitan apakah akan berbeda hasilnya nanti, dalang mendapatkan bayaran yang lebih besar karena diperhatikan oleh para penontonnya, akankah para pengrait mendapat bayaran yang besar pula ketika para pengrawit diperhatikan oleh para penonton ? mungkin bisa jadi seperti itu. Ketika para pengrawit “py” mengiringi wayangan akan berbedaa bayaran ketika para pengrawit “py” dalam panghargyan manten, karena ternyata lebih besar ketika para pengrawit melakukan “py” panghargyan manten. Acara panghargyan manten yang hanya akan berlangsung 5-7 jam mendapatkan bayaran yang cukup lumayan dibandingkan dengan “py” wayangan. apakah mungkin karena ada beberapa faktor yang membedakan bayaran itu sendiri, mungkin sikap para pengrawitnya. Entahlah yang pasti para pengrawit dimata seorang dalan ternyata tidak ada artinya. Mereka memainkan karawitan masih belum sejajar dengan dalang yang memainkan wayang semalam suntuk. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar