DALANG ATAU PENGRAWIT ?
Nama : Sonya Tanta Okmida
NIM : 13111162
Jurusan: Seni Karawitan
No. Hp : 08562532855
Malam itu kota
karanganyar nampak ramai sekali, banyak orang berjualan diarea sekitar
alun-alun kota karanganyar. Banyak anak muda dan orang tua berbondong- bondong
ingin melihat wayangan yang diselenggarakan ole bupati karanganyar di alun–alun
kota. Yang menjadi heran adalah ketika anak muda jaman sekarang yang biasanya
hanya ingin menonton film dan bermain saja kini mulai menikmati pertunjukan wayang
pada malam itu.
Saat itu yang menjadi
dalang adalah Ki Purbo, yang menjadi ganjil di pemikiran saya adalah apakah
masyarakat hanya ingin menonton dalang memainkan wayang atau menonton para
penggamel yang mengiringi wayang tersebut ? sesuatu yang kadang sudah biasa
dipemikiran setiap orang adalah pasti hanya ingin melihat dalang memainkan
wayang, lalu apakah ada yang memperhatikan para pengrawit yang mengiringi
dalang dalam memainkan wayangnya. Para pengrawit yang memukul gamelan semalem
suntuk tidak pernah ada yang meperhatikan, apakah karena sikap para pengrawit
yang kadang tidak serius dalam menabuh sehingga mereka tidak pernah
diperhatikan secara mendetail oleh para masyarakat.
Ketika para pengrawit
yang nabuh semalam suntuk hanya mendapatkan bayaran seratus dua ratus masih
kalah dengan bayaran seorang dalang yang “mengoceh” semalam suntuk hingga
berjuta juta ? “ya itu wes pantese lah, kan dalang ki yo mikir naskah, nek
salah diguyu wong akeh, lha nek pengrawit salah bener ora ono sing ngerti” itu salah
satu ujar seorang dalang ketika saya menyakan pertanyaan tersebut. Heran bukan
main ketika seorang dalang mengatakan hal seperti itu, apakah hanya seorang
dalang yang hanya berfikir tentang naskah dan lain sebagainya, apakah para
pengrawit juga tidak notasi dan hal lainnya juga ? entahlah yang mana yang
benar.
Saat para pengrawit
merubah sikap dan caranya dalam menabuh karawitan apakah akan berbeda hasilnya
nanti, dalang mendapatkan bayaran yang lebih besar karena diperhatikan oleh
para penontonnya, akankah para pengrait mendapat bayaran yang besar pula ketika
para pengrawit diperhatikan oleh para penonton ? mungkin bisa jadi seperti itu.
Ketika para pengrawit “py” mengiringi wayangan akan berbedaa bayaran ketika
para pengrawit “py” dalam panghargyan manten, karena ternyata lebih besar
ketika para pengrawit melakukan “py” panghargyan manten. Acara panghargyan
manten yang hanya akan berlangsung 5-7 jam mendapatkan bayaran yang cukup
lumayan dibandingkan dengan “py” wayangan. apakah mungkin karena ada beberapa
faktor yang membedakan bayaran itu sendiri, mungkin sikap para pengrawitnya.
Entahlah yang pasti para pengrawit dimata seorang dalan ternyata tidak ada
artinya. Mereka memainkan karawitan masih belum sejajar dengan dalang yang
memainkan wayang semalam suntuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar