Senin, 28 November 2016

Karawitan Klenengan




Karawitan Klenengan

NAMA            : TITIN DWI ASTUTI
NIM                : 13111124
PRODI            ; SENI KARAWITAN


Karawitan klenengan agaknya sudah biasa dalam masyarakat khususnya Surakarta dan sekitarnya. Berbagai kelompok Karawitan pun berdiri dari berbagai kalangan dan usia. Entah dari seniman terpelajar, dari kemampuan otodidak, dari anak-anak, remaja, mapun orang tua semua ada. Baik dari yang sudah terkenal maupun masih rintisan. Setiap pertunjukkan klenengan tentunya memiliki daya tarik sendiri terhadap penontonnya. Daya tarik tersebutlah yang dapat mempengaruhi kelompok tersebut banyak mendapatkan tawaran manggung.
Pertunjukkan klenengan pun memiliki kelemahan dan keunggulan. Keunggulan tersebut di setiap masing-masing kelompok pasti berbeda. Mustahil jika kelompok tersebut tidak mempunyai keunggulan, jika iya pasti kelompok tersebut akan tidak laku di pasaran. Contoh keunggulan pada kelompok klenengan adalah pemilihan penyajian gending-gending pada saat pentas, tentunya itu hal yang sangat utama. Ketika kelompok tersebut di undang untuk mengisi sebuah acara seperti hajatan, khitanan, dekah desa, perayaan, pawai, dan lain sebagainya, pasti akan menyesuaikan gending yang di bawakan sesuai acara tersebut, setidaknya pada inti acara tersebut. Karena menurut fenomena dunia klenengan saat ini setelah acara inti, penyajian gending yang disajikan sesuai dengan permintaan penonton (request).
Berkaitan dengan permintaan penonton, kreativitas dan kemampuan pengrawit di sini bagai diuji. Bagaimana tidak? Jika sebuah kelompok karawitan tidak bisa menyajikan sebuah lagu sesuai permintaan penonton, pasti penonton kurang puas. Apalagi respon setiap penonton itu berbeda-beda (ada yang diam, yang marah, yang menerima, yang ngomel-ngomel). Ditambah lagi gending-gending tradisi untuk saat ini justru kurang diminati, malah gending sragenan yang saat menguasai pasaran khususnya Surakarta dan sekitarnya. Banyaknya lagu-lagu sragenan yang bermunculan mampu menggeser gending-gending tradisi, kecuali gending untuk proses ritual/acara inti tersebut.
Selain pemilihan gending dalam penyajian kelompok tersebut, hal yang harus diperhatikan adalah tata pentas panggung maupun pengrawit. Jika panggung terlihat megah dan mewah, penonton pun ketika melihat sebelum pertunjukkan akan menciptakan kesan bahwa pertunjukkan tersebut nantinya akan menarik dan meriah. Ini adalah salah satu strategi menarik penonton. Selain itu kekompakan dari pengrawit seperti pemakain seragam pada pengrawit juga akan menimbulkan keserasian yang wah dipandang mata ketika dilihat (kompak).
Namun kelemahan pun juga dijumpai dalam setiap kelompok karawitan. Seperti kurang penguasaan gending, relasi terhadap bisnis pasaran, dan mungkin tikungan-tikungan dalam setiap pertunjukkan (gangguan). Salah satu hal tersebut mengakibatkan hilangnya daya tarik penonton. Dan parahnya bisa mendampakkan terhadap ketidak tarikan terhadap karawitan.
Saat ini masih banyak masyarakat yang kurang berapresiasi terhadap klenengan sendiri. Kurangnya apresiasi masyarakat tentunya tercipta dari berbagai faktor. Jika dilihat dari faktor keadaan seperti contoh jika dalam sebuah pentas terjadi hujan lebat lalu tidak ada penontonnya, itu bisa diatasi dengan dipasangkan tenda untuk berteduh, namun jika tidak ada penonton dalam sebuah acara karena tidak ada minat dan apresiasi dari masyarakat bagaimana jadinya. Hal ini masih sering terjadi dalam pertunjukkan klenengan tersendiri.
Lihat saja konser yang mendatangkan artis luar negeri sebut saja K-pop, pasti tiket berapa pun mahal dan lama mengantrinya pasti akan ludes terjual. Lalu bagaimana dengan karawitan yang kadang di sajikan dengan gratis. Pasti yang menonton hanya komunitas atau yang tahu tentang karawitan saja. Nampaknya minat masyarakat kita (secara umum) masih sedikit terhadap karawitan sendiri. Hal ini mempengaruhi eksistensi klenengan sendiri di wilayah tersebut. Lalu mengapa karawitan yang sudah mendunia ini di masyarakatnya sendiri tidak di minati? Sedangkan musik dari luar seperti K-pop, India, Rock sendiri malah diminati. Agaknya ini menjadi hal yang harus diperhatikan dan direnungkan lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar