Senin, 28 November 2016

Kritik Karawitan Festifal Karawitan Di Kabupaten Sukoharjo



Kritik Karawitan
Festifal Karawitan Di Kabupaten Sukoharjo

Nama : Bayu Adi Prasetiyo
Nim ; 13111131
Jurusan/semester : karawitan / VII


    Seni karawitan “SINUNG RAOS” makamhaji kartosuro dalam rangka mengkuti festival (lomba) tingkat kabupaten.  
 Tujuan di adakanya festifal karawitan ini yaitu untuk menguri-uri kabudayan jawi khusunya seni karawitan di daerah sukoharjo,suapaya kesenian ini dapat  lestari dan tidak punah di kalangan masyarakat sukoharjo khususnya. Goal dari festifal karawitan ini yaitu lestarinya kesenian karawitan di daerah masing masing daerah khusnya di daerah sukoharjo, dan masayarakat dapat menikmati tontonan ini dengan tenang dan senang ,karena tidak di pungut biaya sepeser pun dari dinas kabupaten.
    Di dalam festifal ini melibatkan berbagai masyarakat yang mengikutinya yaitu misalnya dari berbagai kecamatan yang memwakili daerah ya sendiri untuk bertarung demi merebutkan sebuah kemenangan.  Adanya kerjasama dari dinas pariwisata daerah sukoharjo dan kerjasama antara sapol pp atau dinas kepolisian daerah sukoharjo yang ikut serta demi kelancaran kegiatan festifal seni karawitan rutin yang setiap tahun di adakan. Di samping itu banyak para staf yang membantu juga dalam festifal ini,misalnya menjadi panitia lomba, dll.
    Pada setiap penonton yang datang wajib untuk mengisi daftar hadir yang sudah di sediakan oleh panitia,karena proses pendataan ini sangat penting untuk mengetahui banyak atau sedfikitnya antusias warga yang mau menonton festifal yang telah di selenggarakan. Masing-masing penonton mendapatkan sebuah snak makanan yang di sediakan oleh pa nitia secara gratis.
     Pada festifal ini masing-masing kelompok mempunyuai bentuk sajian sendiri-sendiri yaitu diantaranya. Pada setiap  kelompok menyajikan bentuk komposisi maupun klasik,yg dimana pada setiap grup di berikan kesemp[atan untuk berkreasi sebagus mungkin.
    Didalam penyajianya terdapat berbagai urutan sajian yaitu dengan diawali pathetan yang di ikuti oleh vocal lalu di tampani oleh kendang msasuk ke ladrang “ngupadi” ompak kibar satu kali gongan lalu satu kali gerongan irama tanggung , masuk ke irama dados satu kali gongan lalu masuk ke ngelik ciblon satu kali gongan, kemudian kembali ke ompak irama dados satu kali gongan masuk ke ngelik ciblon sesek, kalajengaken srepeg “ sigro-sirgo” satu rambahan seseg , kalajengaken ladrang ngimpi irama tanggung tiga gongan masuk ke irama dadi ngelik ttiga gongan gerongan , lalu sesek masuk ke ketawang “barikan” dua kali ompak dan satu kali ngelik , kalajengaken lancaran “serayu” satu kali gongan grongan bareng ,satu kali gongan irama tanggung vocal putra , satu kali irama tanggung vocal putrid,lalu satu kali gongan irama lancar gerongan bareng seseg suwuk.
  
     Isi/makna sajian yang terkandung dalam gending tersebut ialah kehidupan manusia bagaikan sebuah perjalanan panjang yang seakan tak berujung ,lika liku dan hiruk pikuk kehidupan seorang kadang terasa melelahkan ketika penat telah menghimpit raga,benturan melelahkan jiwa..hanya satu yang di harapkan yakni tetesan air kehidupan yang menyegarkan hati. Kesegaran sanubari yang mengembalikan kekuatan hidup tersebut bukan hanya sekedar “diinginkan” saja oleh jiwa yang lelah tersebut . Keinginan itu hingga terbawa ke dalam mimpi . Hingga suatu saat kita terbangun dan disadarkanoleh sebuah kenyataan pasti . bahwa seseungguhnya kekuatan, kesegaran air kehidupan tersebut tak bisa dating menghampiri dengan sendirinya namun HARUSLAH DI CARI mencari dan terus mencari hingga akhirya kita temukan sebuah mata air yang nyata, mata air kehidupan
 Di dalam fertival ini banyak sekali penonton dari berbagai kecamatan yang di datingkan pada acara tersebut, misalnya adanya bapak kepala bupati kabupaten sukoharjo beserta stafnya yang di dalam acarra itu member pengarahan dan sambutan kepada calon peserta lomba yang hadir di dalam acara tersebut. Lalu banyak sekalai para pedagang yg berjualan di sekitar area tersebut seperti jualan makanan dan lain sebagainya .
    Grop yang mengikuti acara festifal : ada 12 kelompok dari berbagai kecamatan yang sudash di seleksi di tingkat kecamatan masing-masing yaitu : PROBO LARAS (dari weru) , LARAS ATI ( bulu) , NGESTI LARAS ( tawangsari) , SEKAR KAYUNGYUN ( sukoharjo ) , SETITI LARAS ( nguter ) , BOGA SARI ( bendosari) , SABDA PURNAMA ( polokarto ) , KRIDO MANUNGGAL ( mojolaban ) , BIMO LARAS ( grogol ) , NGESTI LARAS ( baki ) , SETYO LARAS ( gatak ) , SSINUNG RAOS ( kartosuro ).
   Di dalam festival ini di di ambil juara 1,2,3,harapan1,harapan2,harapan3 . setiap pemenang akan mendapatkan teropy penghargaan dan uang binaan senilai juara 1 : 5juta , juara 2 : 4juta , juara 3 : 3juta , juara harapan1 : 2juta , juara harapan2 : 1,5juta , juara harapan3 : 1juta .
    Di dalam festival mempunyai ketentuan yang harus di patui oleh para peserta lomba yaitu diantaranya peserta lomba di batasi aggotanya yaitu maksimal hanya 22 oranng ,dan harus menyajikan gending dalam durasi 20 menit, dan menyajikan gending dengan susunan gending “PENATAAN” ( hasil karya/ciptaan setiap group sendiri-sendiri )
    Materi sajian yang di tentukan oleh panitia yaitu gending iringan “penataan” yaitu hasil karya atau hasil ciptaan masing_masing group yang di sajikan dengan berbagai variasi-variasi yang di rancang sendiri oleh para group nya .



Tidak ada komentar:

Posting Komentar