Kritik Karawitan
Festifal Karawitan Di
Kabupaten Sukoharjo
Nama : Bayu Adi Prasetiyo
Nim ; 13111131
Jurusan/semester : karawitan / VII
Seni karawitan “SINUNG RAOS” makamhaji
kartosuro dalam rangka mengkuti festival (lomba) tingkat kabupaten.
Tujuan di adakanya festifal karawitan ini
yaitu untuk menguri-uri kabudayan jawi khusunya seni karawitan di daerah
sukoharjo,suapaya kesenian ini dapat
lestari dan tidak punah di kalangan masyarakat sukoharjo khususnya. Goal
dari festifal karawitan ini yaitu lestarinya kesenian karawitan di daerah
masing masing daerah khusnya di daerah sukoharjo, dan masayarakat dapat
menikmati tontonan ini dengan tenang dan senang ,karena tidak di pungut biaya
sepeser pun dari dinas kabupaten.
Di dalam festifal ini melibatkan berbagai
masyarakat yang mengikutinya yaitu misalnya dari berbagai kecamatan yang
memwakili daerah ya sendiri untuk bertarung demi merebutkan sebuah
kemenangan. Adanya kerjasama dari dinas
pariwisata daerah sukoharjo dan kerjasama antara sapol pp atau dinas kepolisian
daerah sukoharjo yang ikut serta demi kelancaran kegiatan festifal seni
karawitan rutin yang setiap tahun di adakan. Di samping itu banyak para staf
yang membantu juga dalam festifal ini,misalnya menjadi panitia lomba, dll.
Pada setiap penonton yang datang wajib
untuk mengisi daftar hadir yang sudah di sediakan oleh panitia,karena proses
pendataan ini sangat penting untuk mengetahui banyak atau sedfikitnya antusias
warga yang mau menonton festifal yang telah di selenggarakan. Masing-masing
penonton mendapatkan sebuah snak makanan yang di sediakan oleh pa nitia secara
gratis.
Pada
festifal ini masing-masing kelompok mempunyuai bentuk sajian sendiri-sendiri yaitu
diantaranya. Pada setiap kelompok
menyajikan bentuk komposisi maupun klasik,yg dimana pada setiap grup di berikan
kesemp[atan untuk berkreasi sebagus mungkin.
Didalam penyajianya terdapat berbagai
urutan sajian yaitu dengan diawali pathetan yang di ikuti oleh vocal lalu di
tampani oleh kendang msasuk ke ladrang “ngupadi” ompak kibar satu kali gongan
lalu satu kali gerongan irama tanggung , masuk ke irama dados satu kali gongan
lalu masuk ke ngelik ciblon satu kali gongan, kemudian kembali ke ompak irama
dados satu kali gongan masuk ke ngelik ciblon sesek, kalajengaken srepeg “
sigro-sirgo” satu rambahan seseg , kalajengaken ladrang ngimpi irama tanggung
tiga gongan masuk ke irama dadi ngelik ttiga gongan gerongan , lalu sesek masuk
ke ketawang “barikan” dua kali ompak dan satu kali ngelik , kalajengaken
lancaran “serayu” satu kali gongan grongan bareng ,satu kali gongan irama
tanggung vocal putra , satu kali irama tanggung vocal putrid,lalu satu kali
gongan irama lancar gerongan bareng seseg suwuk.
Isi/makna sajian yang terkandung dalam gending
tersebut ialah kehidupan manusia bagaikan sebuah perjalanan panjang yang seakan
tak berujung ,lika liku dan hiruk pikuk kehidupan seorang kadang terasa
melelahkan ketika penat telah menghimpit raga,benturan melelahkan jiwa..hanya
satu yang di harapkan yakni tetesan air kehidupan yang menyegarkan hati.
Kesegaran sanubari yang mengembalikan kekuatan hidup tersebut bukan hanya
sekedar “diinginkan” saja oleh jiwa yang lelah tersebut . Keinginan itu hingga
terbawa ke dalam mimpi . Hingga suatu saat kita terbangun dan disadarkanoleh
sebuah kenyataan pasti . bahwa seseungguhnya kekuatan, kesegaran air kehidupan
tersebut tak bisa dating menghampiri dengan sendirinya namun HARUSLAH DI CARI
mencari dan terus mencari hingga akhirya kita temukan sebuah mata air yang
nyata, mata air kehidupan
Di dalam fertival ini banyak sekali penonton
dari berbagai kecamatan yang di datingkan pada acara tersebut, misalnya adanya
bapak kepala bupati kabupaten sukoharjo beserta stafnya yang di dalam acarra
itu member pengarahan dan sambutan kepada calon peserta lomba yang hadir di
dalam acara tersebut. Lalu banyak sekalai para pedagang yg berjualan di sekitar
area tersebut seperti jualan makanan dan lain sebagainya .
Grop yang mengikuti acara festifal : ada 12
kelompok dari berbagai kecamatan yang sudash di seleksi di tingkat kecamatan
masing-masing yaitu : PROBO LARAS (dari weru) , LARAS ATI ( bulu) , NGESTI
LARAS ( tawangsari) , SEKAR KAYUNGYUN ( sukoharjo ) , SETITI LARAS ( nguter ) ,
BOGA SARI ( bendosari) , SABDA PURNAMA ( polokarto ) , KRIDO MANUNGGAL (
mojolaban ) , BIMO LARAS ( grogol ) , NGESTI LARAS ( baki ) , SETYO LARAS (
gatak ) , SSINUNG RAOS ( kartosuro ).
Di dalam festival ini di di ambil juara
1,2,3,harapan1,harapan2,harapan3 . setiap pemenang akan mendapatkan teropy
penghargaan dan uang binaan senilai juara 1 : 5juta , juara 2 : 4juta , juara 3
: 3juta , juara harapan1 : 2juta , juara harapan2 : 1,5juta , juara harapan3 :
1juta .
Di dalam festival mempunyai ketentuan yang
harus di patui oleh para peserta lomba yaitu diantaranya peserta lomba di
batasi aggotanya yaitu maksimal hanya 22 oranng ,dan harus menyajikan gending
dalam durasi 20 menit, dan menyajikan gending dengan susunan gending “PENATAAN”
( hasil karya/ciptaan setiap group sendiri-sendiri )
Materi sajian yang di tentukan oleh panitia
yaitu gending iringan “penataan” yaitu hasil karya atau hasil ciptaan
masing_masing group yang di sajikan dengan berbagai variasi-variasi yang di
rancang sendiri oleh para group nya .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar