Selasa, 29 November 2016

Adi Raos Asal Sumberlawang Group Karawitan yang Tetap Eksis di Sragen




Adi Raos Asal Sumberlawang Group Karawitan
 yang Tetap Eksis di Sragen

Nama : Teki Teguh Setiawan
NIM    : 12111102
Prodi   : Seni Karawitan



Sragen merupakan kabupaten yang kental akan budayanya.Sragen ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 1977 sebagai kota cagar budaya yang mempunyai kesenian paling komplit dari daerah lainnya, kesenian tersebut antara lain :Grup band,  organ tunggal, campursari, tayub, karawitan, tari, wayang, wayang cokek, rebana, lesung dan ketroprak. Salah satu kesenian yang patut dibanggakan dari kabupaten tersebut adalah kesenian karawitan.Pasalnya Sragen mempunyai sanggar kesenian karawitan yang paling banyak dibandingkan daerah lainnya di Jawa Tengah.
Menurut Sugino S.sn selaku seniman sekaligus anggota dinas pariwisata, kurang lebih terdapat hampir900 sanggar gamelan yang terdaftar resmi di Sragen, daftar tersebut belum mencakup sanggar lainnya yang belum didaftarkan secara resmi.
Description: E:\FOTO-FOTO\LAIN-LAIN\20160206_095543.jpgDescription: F:\FB_IMG_1477413133289.jpgSalah satu sanggar yang tetap eksis dan mempunyai tempat tersendiri di masyarakat adalah grup karawitan Adi Raos. Sanggar tersebut berdiri sejak tanggal 02 September 2006 yang diresmikan oleh bupati pada saat itu yaitu Untung Wiyono. Pemimpin sekaligus pendiri sanggar tersebut adalah Sugino. Beliau dahulu juga alumni ASKI pada tahun 1994 yang kini berubah nama menjadi ISI.

Sanggar tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan, seperti kata pepatah “Tiada gading yang tak retak”. Banyak kelebihan dari sanggar tersebut dibandingkan grup lainnya, kelebihan tersebut antara lain adalah penabuh yang masih muda dan rata-rata dari mahasiswa atau berpendidikan dibandingkan sanggar lainnya, gamelan yang sangat terawat, garap gending karawitan yang kreatif dan menguasai banyak gending baik gaya Surakarta, Jogja, Ki Narto Sabdo dan gaya Sragenan itu sendiri.
            Selain itu, Pesinden adalah salah satu bagian yang sangat penting dalam pementasan karawitan. Selain fungsinya yang vital sebagai swarawati atau vokalis dalam gamelan, Kini untuk memenuhi pasar masyarakat, sebuah sanggar karawitan dalam setiap pementasan harus memiliki pesinden yang muda atau masyarakat menyebutnya “nom-noman” . Masyarakat sekarang menuntut kurang lengkap rasanya jika dalam pertunjukan karawitan tidak ada pesinden muda. Hal inilah juga yang dimilik oleh sanggar karawitan Adi Raos. Biasanya, sanggar tersebut bekerjasama dengan mengambil pesinden muda dari ISI maupun pesinden muda lokal dari Sragen.

. Hal itulah yang membuat pemimpin sanggar Adi Raos  sekaligus pengendangnya mempunya ide yang tak dimilik sanggar karawitan lain. Ide –ide tersebut menjadi alasan untuk memikat masyarakat dan sebagai senjata untuk memasarkan gamelan supaya tetap eksis. Biasanya sanggar tersebut manggung tidak hanya di daerah Sragen melainkan keluar daerah lain seperti Karanganyar, Boyolali, Semarang, Surabaya dan Jakarta, hal ini membuktikan bahwa sanggar tersebut memiliki jangkauan luas dan mampu eksis dibandingkan sanggar lain yang berdiri lebih dahulu namun pasarannya belum sampai kedaerah tersebut melainkan hanya berlingkup kecildan tidak keluar dari daerah Sragen.

Kekurangan pada sanggar tersebut terletak pada kurangnya promosi  dibidang medi sosial dan kaset serta harga yang “sedikit” mahal dibandingkan sanggar karawitan lainnya. Promosi di media sosial kurang terprogam dan direncanakan dengan baik bahkan hanya sedikit sekali informasi yang dapat kita dapat dari beberapa media sosial online seperti Artikal di internet, Fb, Instagram maupun BBM. .  Selain itu, kaset adalah salah satu media untuk promosi yang sangat penting “Saya mepromosikan sanggar biasanya lewat radio maupun kaset, saya dulu juga pernah rekaman bersama rombongan pengrawit tahun 2009 dalam bentuk VCD untuk dijual kepasaran” kata Sugino. Kaset yang beredar dipasar maupun masyarakat masih sangat sedikit dan mungkin kurang terprogamnya untuk promosi dibidang tersebut.

Terelepas dari kekurangan dan kelebihan sanggar tersebut, mayarakat mempunyai penilain yang berbeda dari sudut pandang penulis. Sanggar karawitan Adi Raos dapat tetap eksis karena selalu berinovasi dan mengikuti perkembangan pasar.Perkembangan karawitan tersebut tidak lepas dari tuntutan pasar penikmat seni yang tak lain adalah masyarakat






Tidak ada komentar:

Posting Komentar