Selasa, 22 November 2016

Festival Karawitan Tingkat Kabupaten Sukoharjo tahun 2016



 Festival Karawitan Tingkat Kabupaten Sukoharjo tahun 2016
            


Nama : Pitutur Tustho Gumawang
NIM : 13111121


5 Oktober 2016, pagi itu menyapa di dalam suasana yang tidak seperti biasanya pelataran Pendopo Kabupaten Sukoharjo tampak ramai meriah, jika pada hari biasanya hanya berjajar mobil yang berplat nomor merah namun saat hari Rabu itu terlihat berbeda dengan paduan mobil berplat hitam yang beraneka ragam jenis dan bentuknya, mulai dari golongan mobil kecil sampai besar bahkan minibus Elf juga tertata rapi menjadi satu kesatuan. Hal tersebut terjadi karena pada hari itu bersamaan dengan pelaksanakan Festival Karawitan tingkat daerah sebagai kegiatan fasilitasi penyelenggaraan festival budaya daerah, kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rentetan acara yang diadakan Kabupaten Sukoharjo dalam rangka untuk memperingati hari kelahiran kota tersebut. Festival karawitan itu mendapatkan respon yang baik dari kalangan masyarakat, seniman, dan pengamat kebudayaan Sukoharjo, terbukti dengan adanya masyarakat awam yang tak luput ikut terjun memberikan apresiasi secara langsung dan banyaknya peserta kelompok karawitan terhitung 17 kelompok yang mengikuti ajang festival karawitan daerah yang bertempat di Pendopo Graha Satya Praja sebutan nama pendopo tersebut. Salah satu sekian banyak kelompok penampil yang mencuri perhatian penonton yaitu ialah paguyuban Sekar Kayungyun.
Sajian pertunjukan yang dipertontonkan oleh kelompok karawitan “Sekar Kayungyun” dalam kegiatan festival karawitan daerah tingkat kabupaten Sukoharjo yaitu dengan menyajikan susunan konsep bentuk Gendhing Mrabot, diantaranya ialah terdiri dari Gendhing kethuk 2 kerep minggah ladrang suwuk pathetan pelog lima kasambet ayak-ayak kaseling jineman kalajengaken ketawang kasambet lancaran. Dalam gelaran pelaksanaan festival karawitan tahun ini para peserta diharapkan untuk tidak hanya menyajikan gendhing-gendhing dalam bentuk tradisi tetapi juga menggarap komponen balungan gendhing dari yang berkonsep tradisi menjadi sebuah sajian garapan karya komposisi baru yang kemudian menghasilkan rasa musikalitas yang sebelumnya belum pernah ada atau tidak pernah ada. Harapan itu ternyata mendapatkan jawaban yang baik dari setiap kelompok karawitan, hal demikian dapat dicermati dalam setiap sajian kelompok karawitan yang mempresentasikan di depan dewan Juri, selalu ada yang memunculkan karya baru di masing-masing kelompok dengan berbagai macam bentuk garapan baik lewat musikalitas maupun melalui vokalnya. Dari semuanya itu tampak jelas menghasilkan sebuah rasa kesatuan pertunjukkan karawitan yang harmoni diantara konsep gendhing tradisi dan garapan karya baru. Festival karawitan ini diambil penyaji terbaik I, penyaji terbaik II, penyaji terbaik III, penyaji harapan I, penyaji harapan II, penyaji harapan III.

            Durasi batas waktu maksimal sajian gendhing setiap kelompok pada saat pentas telah ditentukan oleh panitia, jelas terdengar ketika itu di bacakan mengenai peraturan selama festival berlangsung diantaranya yaitu kalau setiap peserta maksimal menyajikan gendhing dalam durasi waktu paling lama 20 menit apabila melewati batas waktu yang sudah ditentukan maka peserta dianggap gugur dalam festival tersebut, pada saat itu kelompok karawitan “Sekar Kayungyun” menyajikan dalam durasi waktu 18 menit 30 detik. Ini telah menunjukkan bahwa salah satu dari sekian peserta memang benar-benar memperhatikan aturan yang telah dibuat oleh panitia. Semua peserta festival karawitan kali ini sangat mematuhi aturan mengenai durasi waktu maksimal, 17 peserta tidak ada satupun yang melewati batas waktu yang sudah ditetapkan oleh panitia.   
                Filosofi dari agenda pertunjukkan yang dapat disampaikan pada saat festival karawitan itu ialah memperkenalkan pada khalayak umum bahwa warga masyarakat kabupaten Sukoharjo sangat begitu antusias dalam merespon acara kebudayaan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah, selain itu juga bisa memunculkan potensi seni dari masing-masing anggota kelompok karawitan karena pada tahun 2016 ini festival karawitan para penyaji diberikan kebebasan untuk menggarap gendhing menjadi sekreatif mungkin dan sebagus-bagusnya demi mencapai tujuan untuk menjadi pemenang dalam festival tersebut. Bergerak inovatif, kerjasama, kebersamaan, gotong royong inilah sebenarnya tujuan yang ingin disampaikan bahwa “Kalian semua sama bagus yang terpenting adalah rasa peduli kalian untuk melestarikan kebudayaan jawa yang akhir-akhir ini mulai tergusur dengan adanya musik modern yang banyak mempengaruhi anak muda, Tunjukkan kreatifitas kalian semua berjuanglah secara sehat dan tetap jaga persatuan dan kesatuan jangan sampai setelah event ini kita menjadi terpecah belah, bukan juara yang kita cari tapi sebuah rasa persatuan dan kesatuan hidup dan jaya kabupaten Sukoharjo” sekilas pidato yang disampaikan bapak Wardoyo Wijaya selaku bupati kabupaten Sukoharjo, pada intinya bukan untuk saling menjatuhkan demi mencari yang terbaik tapi rasa saling kerjasama sehingga membentuk masyarakat yang makmur seperti slogan di kabupaten Sukoharjo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar