Senin, 28 November 2016

Proses Pembawaan




Proses Pembawaan

Nama   : Rudi Yatmoko
NIM    : 13111105


Pada dasarnya pembawaan merupakan salah satu mata kuliah yang sebagai syarat utama untuk menuju ke ujian Tugas Akhir. Mata kuliah  pembawaan biasanya dilaksanakan pada semester V. Disini mahasiswa yang maju ujian pembawaan mencari kelompok, memilih salah satu instrumen dan memilih gending yang akan disajikan. Dalam satu paket terdiri dari gending bedhayan, inggah, kosek alus, ciblon dan pakeliran. Instrumen garap (rebab, kendhang, gender, dan sindhen) adalah instrumen yang memiliki peran penting dalam suatu penyajian gending karena instrumen tersebut berpengaruh  besar dalam menentukan garap gending. Instrumen garap merupakan salah satu media penuangan gagasan dalam suatu gending. Untuk dapat menuangkan gagasan yang kita miliki, instrumen-instrumen tersebut hanya ditampilkan di dalam bentuk ujian Pembawaan.
Penataran merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh seorang penyaji yang akan melaksanakan ujian pembawaan. Penyaji berhak memilih dosen penatar sesuai dengan kompetensi yang di pandang dapat memberikan berbagai macam informasi baik secara garap, cengkok, dan wiledan. Penataran wajib dilaksanakan minimal sepuluh kali pertemuan untuk memenuhi syarat kelayakan ujian pembawaan. Di dalam proses penataran tidak ada jadwal yang terorganisir sehingga dapat di laksanakan di dalam kampus maupun di luar kampus tergantung komunikasi diantara mahasiswa yang akan melaksanakan ujian dengan dosen penatarnya. Meskipun tidak ada jadwal yang tersusun akan tetapi sebelum latihan wajib dilaksanakan mahasiswa yang akan menempuh ujian harus melakukan penataran dengan ketentuan yang sudah di atur sebagaimana mestinya.
Sebelum ujian Pembawaan berlangsung setiap kelompok diwajibkan untuk melakukan latihan wajib bersama dengan di dampingi oleh dosen pembimbing yang dianggap mampu untuk memberikan bimbingan sehingga pada ujian pembawaan akan menghasilkan sajian yang sesuai dengan konteks tradisi. Latihan wajib di adakan enam kali dalam satu minggu dan berdurasi tiga jam setiap satu kali latihan. Di dalam proses itu terlihat seorang penyaji di harapkan selalu aktif, yakni aktif bertanya kepada seorang pembimbing ketika ada permasalahan garap gendhing yang belum di ketahui. Penyaji tidak hanya datang untuk berlatih bersama, tetapi disisi lain penyaji juga bertanggung jawab kepada pendukungnya, karena di dalam ujian pembawaan tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya dukungan dari teman-teman yang lain di dalam jalannya sajian. Jika di telisik secara lebih dalam, proses latihan pembawaan ini mengajarkan tentang hal kehidupan, yaitu dalam kehidupan ini manusia harus saling membantu dan itu sudah menjadi hal yang semestinya bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain.
Adapun materi gending yang dipilih kelompok III sebagai berikut :
1.      Materi Gending Klenengan

a.    Candrasari, gending kethuk 2 kerep minggah Grenteng, laras pelog pathet lima.
b.   Pocung, gending kethuk 2 kerep minggha Ladrang Talak Bodin, kalajengaken Ketawang Kinanthi Sandung laras slendro pathet manyura.
c.    Siring, gending kethuk 4 kerep minggah 8 , laras slendro pathet sanga.
d.   Tentrem, gending kethuk 2 minggah 4, kalajengaken ladrang singa-singa laras pelog pathet barang.
e.    Jineman Uler Kambang suwuk, Erang-erang Bagelen, Gending Kethuk 2 kerep Minggah Ladrang Opak Apem Kalajengaken Ketawang Wigena Laras Pelog Pathet Nem.

2.      Materi Gending Pakeliran
Ladrang Remeng, Ayak-ayakan slendro pathet nem, Pathetan slendro wantah

Ketika ujian pembawaan berlangsung penyaji diberikan kesempatan untuk memilih dua dari enam gending yang telah dipilihnya sejak awal ketika akan menempuh ujian pembawaan yakni dengan cara mengambil undian. Diantara dua undian yang akan dipilih biasanya di dalam undian pertama itu adalah repertoar gending klenengan dan undian kedua repertoar gending pakeliran. Dalam ujian pembawaan semua penyaji diwajibkan untuk menghafal enam gendhing yang telah dipilihnya. Sehingga dalam ujian pembawaan penyaji tidak diperbolehkan untuk membaca notasi dan ketika memilih undian penyaji sudah siap dengan gending yang akan disajikannya.
Oleh karena itu lewat ujian pembawaan ini, mahasiswa diharapkan dapat ikut serta membantu menjaga kelestarian gending-gending tradisi sekaligus memberi kontribusi pemikiran tentang garap gending-gending tersebut diatas khususnya untuk garap rebab, kendhang, dan gender. Selain itu gending yang disajikan dapat didokumentasikan, direkam, dan digunakan sebagai referensi untuk masyarakat luas khususnya masyarakat karawitan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar