Ragam sindhenan andhegan Arum-arum dalam Gending Budheng-budheng
NAMA : SUCIATI (13111128)
Jika berbicara tentang karawitan tentu sangat banyak
hal-hal rumit yang terkandung di dalamnya, salah satunya
adalah sindhenan. Dalam dunia
karawitan sindhenan berarti vokal
tunggal yang disajikan oleh seorang pesinden menggunakan teks berbentuk wangsalan dan abon-abon. Sindhenan meliputi srambahan dan andhegan. Pengertian Sindhenan andhegan sendiri
adalah sindhenan yang
disajikan pada saat gending berhenti hanya untuk sementara (bukan suwuk). Sindhenan andhegan dibagi menjadi tiga
macam, yaitu Sindhenan andhegan gending, Sindhenan andhegan selingan, dan Sindhenan andhegan gawan.
Sindhenan andhegan pada umumnya dilakukan ketika gending mandheg (berhenti untuk sementara kemudian dilanjutkan lagi).
Sindhenan
andhegan selingan merupakan andhegan yang cakepannya
mengambil dari sekar. Contohnya
adalah pada gending Renyep minggah ladrang Eling-eling Kasmaran laras
slendro pathet sanga, diberi andhegan
selingan yang mengambil dari sekar “Sinom Logondang”. Sedangkan Sindhenan andhegan gawan gending adalah Sindhenan
andhegan khusus yang hanya terdapat dalam suatu gending tertentu yang tidak
bisa disajikan pada gending lain. Contohnya pada Sindhenan andhegan gending Budheng-budheng atau sering disebut
dengan Arum-arum yang pada andhegannya terdapat cakepan “angger-angger atak Arum-arum”.
Gending
Budheng-budheng sering disebut Arum-arum
karena pada teks Sindhenan andhegannya
terdapat kata “arum” (kusuma gandane arum dan angger a tak Arum-arum-arum). Gending Budheng-budheng
berbentuk kethuk 2 arang minggah 4 yang berlaras Pelog Pathet Nem[1]
(Mloyowidodo, 1976: 69). Jalan sajian dari gending ini pada
umumnya disajikan berawal dari buka
rebab kemudian merong satu gong-an kembali lagi ke merong, lalu pada kenong ketiga
peralihan ke umpak lanjut ke inggah (Arum-arum) satu gong-an.
Pada inggah kedua tepatnya kenong
ketiga mandheg (andhegan) sampai gong
kembali lagi ke inggah. Setelah itu
pengrawit mempunyai wewenang untuk menyajikan beberapa kali inggah.
Gending
Budheng-budheng
tidak begitu populer dikalangan masyarakat luas,
hanya seniman profesional saja yang sering menyajikan gending ini. Tidak seperti
gending Gambir Sawit, Pangkur, Logondang, dan lain-lain yang
sering didengar oleh masyarakat luas karena sangat dominan muncul dalam
acara-acara tertentu.
Gending Budheng-budheng
memiliki beberapa versi Sindhenan
andhegan gawan yang masing-masing teks dan wiledannya berbeda, antara lain: Sindhenan andhegan menurut versi Martopangrawit, Sindhenan andhegan
menurut
versi Nyi Bei Madusari, Sindhenan
andhegan menurut versi Nyi Tugini, dan
lain-lain. Ada beberapa versi Sindhenan
andhegan Arum-arum yang
dideskripsikan sebagai berikut
a)
Sindhenan andhegan versi
Martopangrawit
5 j6j jk.6 j6j jk.!
zjk@cj#j k.! zj#xjxk@x!x c6
We-ruh ma–neh
yen we – ruh - a
j.2 jz3c5
k.j5j k56 zj4xj xk4x5x xx
xkxxxxxxxx6xjx5xj xk6x4x x cj5j k.6
kz!xjx@xj xk!x6x xj.x!x x xk@xj#xj c.
nju – puk
a-la du - du do - kok
kz!xj@xj
xkk!c6 5
zk.xj5xj xk6x!x x x5x x xkx.xj5xj xk6x!x x xjx5x6x x c3
a -
ne
jjk.j6j
k52 2
k2j2j 2 2 zj6xj xk5c4
zk2xj4xj xk5x6x x x5x x c6
nga la he-na
bojo-ne sing wi
- re
zj2xxxxjx xjx xk.x5x x xjx3x2x x xjx1xjx xkyct zkyxj1xjx x.x x xjx.xjx xkx2x3x x xjx1x2x x
xjxtxyx x xjxuxjx xkx6x5xx x c6
ku - ning
j.2 jz3c5
jz5c6 jzk5jx4xj c2 j.4
kz5xj6xj xk5x4x x c5
rom-pyoh
a - la
rom - pyoh
j.6 kz!xjx@jx xkx!x6x x xjx.x!x x xkx@xjx#xjx
c. zk!xj@xj xk!c6 5 zk.xjx5xj xk6x!x xx x5x x xk.xj5xj xk6x!x x
xj5x6x x c3
se - si - nom
- e
j.6 j5j 3
2 z2x x xjx6xj xk5c4 zk2xjx4xj xk5x6x x x5x x c6
ngem-bang ba-kung re - re
jz2xj
xk.x5x x xjx3x2x x xj1xj xkyct kzyxjx1xj
x.x x xjx.xjx xkx2x3x x xjx1x2x x xjxtxyx x xjxuxjxxkxyxtx x cy
ma - ne
j.2 jz3c5
jz5c6 jzk5jx4xj c2 j.4
kz5xj6xj xk5x4x x c5
ngu-dhup
a - la
tu - ri
j.6 kz!xjx@jx xkx!x6x x xjx.x!x x xkx@xjx#xjx
c. zk!xj@xj xk!c6 5 zk.xjx5xj xk6x!x xx x5x x xk.xj5xj xk6x!x x
xj5x6x x c3
ge - go - dheg
- e
jk.k
. z.cj.jk.k .j.j .z.c.
ku-su - ma
gan-da-ne a - rum
j.3 5
zk5xj6xj xk5c3 j22 j2j zk2c3
jz1xj xk.c2 zj2xj xk.c3 g3
ang- ger
ang - ger a tak
a - rum
a - rum
(Martopangrawit, 1985: 20).
b)
Sindhenan
andhegan versi
Nyi Bei Madusari
5 6
6 6 ’
! z@x.x#x!c@ z6x5x3x.c5
z5x’x.x5x6x7x x.x6x5x6x5c6
La-mun si-
ra yun u
- ta - ma
2 z3c5
z5c6 z5x.x4x5x4c2 ’
4 z5x.x6x.x5x6x5x.x4x5x4c5
a
- ywa
tan - sah gu - gu
6 z!x.x@x#x!x@x6x.x5x4x5x4c2 4
z5x.x6x5x6x5x x’x.x5x6x!x5x.x5x6x!x5x6x.c3
ing u - jar - e
6 5 3 2 ’ 2 2 2
6 z5x3c2 z3x.x5x.c6’2x.x1x2c3
z1x.x1x2x3x1x2ct ztx.xyx.cu y
Su-jan-ma kang ka- ton – ne
a - mung le- la -
mis la - mis
2 z3c5 z5c6
z5x.x4x5x4c2 ’ 4 z5x.x6x5x6c5
den a -
bi - sa
si -
ra
6 z!x.x@x#x!x@x6x.x5x4x5x4c2 4
z5x.x6x5x6x5x x’x.x5x6x!x5x.x5x6x!x5x6x.c3
Nying- kir - ra - ke
6 5 3
2 ’ z6x.x5x3c2 z3x.x5x.c6 ’ z2x.x1x2c3
z1x.x1x2x3x1x.x2x1x2x.c6
Mung was-pa – da
lan e ling - e
2 z3c5 z5c6
z5x.x4x5x4c2 ’ 4 z5x.x6x5x6c5
ka – es - thi
- ya ma- ring
6 z!x.x@x#x!x@x6x.x5x4x5x4c2 4
z5x.x6x5x6x5x x’x.x5x6x!x5x.x5x6x!x5x6x.c3
Ra - ha - yu - ne
. .
. . .
. . .
lir pus-pa
gan-da- ne a - rum
3 5
z5x6x5x6x5x3c2 2 2
2 ’
z2c3 1 1
2 z2x.c3 g3
a-ngger
ang - ger a – tak a - rum
a – rum a - rum
(Suparno, 1985)
Berdasarkan
data-data di atas dapat disimpulkan bahwa dengan
adanya versi sindhenan andhegan Arum-arum
menunjukkan
bahwa setiap pesinden memiliki keterampilan sendiri-sendiri dalam menyajikan sindhenan andhegan. Pemaparan di atas
juga dapat memberi referensi kepada pesinden-pesinden baru yang belum
mengetahui hal ini sebelumnya.
Selain itu setiap pesinden dapat
memilih sindhenan andhegan mana yang
cocok dengan suaranya masing-masing. Hal itu dapat menambah wawasan bagi seniman terutama pesinden
dalam dunia karawitan.
[1] Maksud dari kethuk 2 arang adalah dalam satu
kenongan (tabuhan kenong) terdapat 2 kali tabuhan kethuk dengan jarak yang jarang (arang).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar